Tuesday, May 15, 2007

Today's Perfect Lesson

Hari ini saya mendapat sebuah pelajaran paling singkat, dengan harga paling mahal. Total biaya kursus 4,5 jt dengan durasi pengajaran 3 jam saja. Terlalu percaya dan menganggap semua orang berniat baik, tanpa ingin mencelakakan, rupanya adalah kesalahan. Anggaplah intuisi belum terlalu terasah, tentu mendengar 'suara' ibunda adalah hal yang baik.

Jadi ceritanya hari ini saya tertipu 4,5 jt. Hendak membeli handphone merk tertentu (saya dendam, tidak ingin menyebut merk karena nanti jadi pesan sponsor) yang 40% lebih murah dari harga asli. Belinya dari temannya si Tika, transaksi via atm dan telepon. Usut punya usut, teman Tika yang mengaku bernama Vita Lusiana adalah gadungan! Alhasil selesai ditransfer, menghilanglah empunya nomer telp 081399433336 dan 081399262299!

Cerdas sekali puan satu ini. Akhirnya malam ini dihabiskan dengan membuat BAP di Polres Jaksel. Percaya teman itu boleh. Punya positif thinking ke orang lain memang hal yang menyenangkan untuk mental pribadi. TAPI! Yang gini-gini nih yang bikin saya berfikir bahwa kewaspadaan juga harus ditingkatkan...

Kata daddy, uang bisa dicari. Masih untung saya gak diajak ikutan ambil hp-nya. Macam saudara sepupu saya yang 3 hari diculik, didoktrin, dan dibrain-washed senior2nya di NII. Itu baru, 'kerugian' besar-besaran!

Sunday, May 06, 2007

Penggunaan otak di pagi hari..

Ini otak sepertinya lebih berfungsi di pagi hari. Coba aja telp 0811-95**** dan bicarain ke gue suatu hal yang bisa menggelitik. Entah itu urusan sosial sampai bicara tentang topik-topik bungkus kacang. Hal-hal yang selalu menimbulkan pro kontra dari ujung telinga, gendang, sampai neuron otak. Wham! Dan bisa didapatkan serentetan kalimat yang kembali me-review apa-tadi-yang-loe-bicarain.

Pingin naruh tape recorder di samping tempat tidur, tapi yang lebih penting lagi..orang yang bisa 'menggelitik' itu loh..ada rekomendasi?

Monday, April 30, 2007

fck with all of this

Pertama kalinya gw ngerasa kayak gini lagi. Dipersalahkan untuk segala sesuatu yang baru gw pelajarain. Gw kira jujur itu enak, klo gw gak ngerti ya gw bilang gak ngerti ke nyokap. Kalo emang nyokap maunya gw basa basi ya gw bilang apa yang dia mauin. Tapi terus kenapa gw sekarang jadi dibilang cuma mikirin diri sendiri? Emang gw hidupnya cuma buat ngejaga image dia doang di depan umum?

Emang gw keliatan sekarang kurang sibuk kok. Emang gw kerjaan cuma leyeh-leyeh gak keruan di rumah, ngutak ngatik laptop dengan semua yang gak masuk ke otaknya. Tapi emang dia tahu apa yang ada di otak gw? Dia tau apa yang lagi gw pusingin? Dia tau apa masalah pribadi gw? Dia tau klo gw ngerasa SEPI dan SENDIRI banget ditinggalin sm orang-orang yang gw pikir bisa sll bantu dan ada buat gw?

Kemana mereka? Kemana dia?

Thursday, April 26, 2007


Mainan terbaru sayaaaaa...dibeliin my Dad =')

Monday, April 23, 2007

Aku jatuh cinta padamu, tepat di pandangan pertama, di suatu senja yang masih kerap menyapa. Aku tidak tahu bagaimana kau akan menyikapi harapan, mimpi, tanda tanya, gerutuan, celoteh, hingga petir yang suka berlabuh sempurna di bilik emosiku. Menyukai hingga mencintaimu sungguh mudah dilakukan, bahkan enam bulan berjalan sempurna. Lalu aku yang bebal ini baru menyadari bahwa kau adalah puzzle terakhir yang melengkapi perjalanan panjangku, untuk kemudian berhenti di serambi berwarna cokelat tua milik kita.

Aku mencintai kata. Aku mencintai kamu. Dengan kata-kata aku mencurahkan semua rasa, seperti hujan yang jatuh di bumi, awan yang bergurau dengan langit biru, bahkan keheningan malam yang paling mencekam. Aku, aku, aku benar-benar jatuh padamu, mu, mu.

Saat ini, satu tahun berlalu, dengan baku hantam yang sudah begitu sering dan memar yang lebih dari sekedar luka badan, masih sangat aku menghafalmu dengan kesempurnaan kata, yang masih terus menerus kurang untuk menggambarkanmu.

Walau aku rindu, tapi tak mengapa; kehangatan kata dan kokoh matamu yang melindungiku bahkan dari terik yang menghanguskan hari Senin.

Aku akan menyimpan kata-kata manismu, di sudut otak yang masih lengang dan tak pernah ramai.

[pada saat jatuh cinta kuberikan kata dan suka, walau tidak hati..saat aku benar-benar mencinta, andai hati masih bisa kuberi tanpa sebuah tanda tanya dan ragu yang besar..aku merindu, sangat..kata dan suka darimu..kenapa harus berbeda, kenapa harus berubah? kenapa harus berhenti saat kau melihatku dari kacamata ketidaksukaan dan benci? aku tetap dan sama..]

Sunday, April 22, 2007

Souljah manggung di acara WWF yang dibuat di Citos..akhirnya sebelum hujan lebat berhenti, tepat pk 16.00 aku dan Marine udah ningkring secara ajaib bersama teman-teman Mendawai-nya Marine di Brew. Pk 17.00 Souljah main, gak terlalu rame cuma antusiasme terlihat di bagian depan panggung. Berasa bau-bau pantai sama cims gitu deh hahaha..Marine gak goyang nih payah! Hahaha..sempet ngobrol bentar sama Danar tentang promo Sub Rosa sebelum launching di radio-radio, nampaknya dia punya banyak channel.


Souljah at Citos for WWF

Abis dari Citos, tadinya cuma mau nganter Marine Magya aja ke gereja. Tapi jadinya mikir-mikir juga daripada ke kapel sepi dan sunyi, mendingan ketemu Om Han sekali lagi. Hahaha..pertama kalinya untuk berbulan-bulan aku merasa benar-benar menyapa dan besatu dengan-Nya. Kayaknya sejam itu waktu yang sempit sekali. Ternyata keliatan emang...saat-saat dimana kita membutuhkan-Nya dan rindu setengah mati pada-Nya. Abis gereja makan dulu, terus nyeneng2in Magya deh, yang kepadanya saya berhutang banyak untuk malam sebelumnya.


Minus Magya, the photographer

Anyhow..bangga banget malam ini. Karena dari seorang teman lama yang mempunyai keahlian membaca radar 'cewek bandel', dia bilang gini.."Tiara, I do believe you now. Gak kerasa lagi tuh aura main api di loe."
Seeeppp! =)

Friday, April 06, 2007

SELF DENIAL

Mereka yang bisa menerima kenyataan adalah mereka yang mampu berbahagia. Mengutip perkataan Barry Neil Kaufman, kebahagiaan adalah pilihan sementara, sedangkan kesengsaraan adalah opsi.

Adalah kita sendiri yang menjadi pengambil keputusan, mau berbahagia atau tidak. Kaitannya lebih pada penerimaan kenyataan, bahwa kita sedang mengalami suatu masalah atau bahkan pada hal kecil, seperti berada di resort bintang lima, penjara dengan pengawasan ketat, atau bahkan ruang sidang thesis sekalipun.

Pikiran melayang itu biasa, tapi pada saat kita selalu menginginkan hal lain dari yang bisa kita terima atau yang kita kita alami, disitulah timbul permasalahan. Muncullah perasaan depresi yang awalnya hanya ketidakrelaan atau tidak adanya rasa ikhlas (nerimo kalau menurut perkataan orang Jawa).

Sebagian dari cara individu mereduksi perasaan tertekan, kecemasan, stres, atau pun konflik, adalah dengan melakukan mekanisme pertahanan diri, baik secara sadar maupun tidak. Freud menggunakan istilah mekanisme pertahanan diri untuk menunjukkan proses tak sadar yang melindungi si individu dari kecemasan melalui pemutarbalikan kenyataan.

Pada dasarnya strategi-strategi ini tidak mengubah kondisi objektif bahaya dan hanya mengubah cara individu mempersepsi atau memikirkan masalah itu. Ada beberapa mekanisme, tetapi yang buat saya paling fatal adalah sebagai berikut :

DENIAL - Bila individu menyangkal kenyataan, maka dia menganggap tidak ada atau menolak adanya pengalaman yang tidak menyenangkan (sebenarnya mereka sadari sepenuhnya) dengan maksud untuk melindungi dirinya sendiri. Penyangkalan kenyataan juga mengandung unsur penipuan diri.

REACTION FORMATION - Individu dikatakan mengadakan pembentukan reaksi adalah ketika dia berusaha menyembunyikan motif dan perasaan yang sesungguhnya (mungkin dengan cara represi atau supresi), dan menampilkan ekspresi wajah yang berlawanan dengan yang sebetulnya. Dengan cara ini individu tersebut dapat menghindarkan diri dari kecemasan yang disebabkan oleh keharusan untuk menghadapi ciri-ciri pribadi yang tidak menyenangkan. Kebencian, misalnya tak jarang dibuat samar dengan menampilkan sikap dan tindakan yang penuh kasih sayang, atau dorongan seksual yang besar dibuat samar dengan sikap sok suci, dan permusuhan ditutupi dengan tindak kebaikan.

MENARIK DIRI - Reaksi ini merupakan respon yang umum dalam mengambil sikap. Bila individu menarik diri, dia memilih untuk tidak mengambil tindakan apapun. Biasanya respons ini disertai dengan depresi dan sikap apatis.

MENGELAK - Bila individu merasa diliputi oleh stres yang lama, kuat dan terus menerus, individu cenderung untuk mencoba mengelak. Bisa saja secara fisik mereka mengelak atau mereka akan menggunakan metode yang tidak langsung.

Yang sedang akrab dengan kehidupan saya adalah mereka (dalam hal ini dua orang) yang hobi sekali melakukan DENIAL. Yang pertama berpura-pura keadaan baik-baik saja dengan tidak pernah membahas masalah yang ada, sehingga tentu tidak akan ada solusi yang tidak diinginkannya (disini hanya tersedia satu opsi, karena jalan buntu yang ditemui).

Kemudian yang kedua berpura-pura hal yang terjadi padanya (hal buruk) adalah hal yang baik. Dihajar artinya berani, bukannya menganggap hal yang telah dilakukannya (penyebab dia dihajar) adalah salah. Sehingga timbul permasalahan baru, karena ketidakmampuannya membedakan urusan pribadi dan urusan pekerjaan.

One thing leads to another. Hanya karena mereka tidak berani menghadapi kenyataan, apa perlu mereka menyeret orang lain ke dalamnya?

Sunday, March 11, 2007

Aku tidak mengerti kenapa ada orang yang begitu menyiakan hidupnya. Berkata lebih baik sakit yang sembuhkan sakit, susun menyusun biar hadir yang namanya mati. Tidakkah dia tahu tujuan hidupnya? Tidakkah dia sadar tiap langkah kecil, besar, pendek, panjang, maupun langkah terjungkalnya memberi makna di hidup orang lain? Bahwa daun maple yang berguguran pun punya arti, begitulah dia dalam hidupnya dan mereka, tanpa kembali memperhitungkan aku ini siapa.

Thursday, March 08, 2007

Hari ini aku menyadari satu hal baru lagi. Mungkin konsepnya sudah masuk ke pabrik otak sedari beberapa saat yang lampau, tapi outputnya baru keluar sekarang.

Tidak semua yang cocok saling menyukai, apalagi mencintai. Walaupun harus diakui kansnya cukup besar.

Tidak semua yang saling mencintai, saling cocok adanya.

Bisa jadi cinta itu tumbuh karna ketertarikan (hasrat). Bisa jadi yang dicintai adalah bagaimana mereka bersikap kepada kita. Lalu bagaimana dengan orangnya secara pribadi? Bisa jadi bangsat, bisa jadi labil, bisa jadi pembunuh. Yah, pernah mendengar bukan bagaimana seorang manusia paling jahat di dunia tidak mungkin memberikan ular pada anaknya ketika sang anak minta makan? Itulah kekuatan cinta.

Tak kenal maka tak sayang. Kalau memang kita mencintai seseorang karena perlakuan baik mereka terhadap kita, lalu apa yang harus dilakukan? Mungkin opsinya adalah mengenal nilai-nilai baik yang ada pada orang tersebut. Menurutku tidak ada orang terlahir baik ataupun terlahir jahat. Yang ada hanyalah orang terlahir dengan hati nurani.

Hati-hati sekali dengan hati nuranimu. Sekalinya hal paling kuat itu kau bengkokkan bagai baja dengan kekuatan ‘kopeh’ dirimu, mungkin hati nurani tidak akan pernah tegak lurus sempurna adanya.

Sunday, March 04, 2007

Apa yang kau lakukan dalam kesendirian, dalam rasa sakit dan kehilangan?

Jawabannya akan mencerminkan siapa dirimu, tingkat kematangan, kestabilan emosional, komitmen dari tujuan semula.

Aku belajar menikmati hal yang dahulu terasa remeh. Berlama-lama di kampus setelah mengajar, bercakap dengan office boy, makan siang dengan beberapa mahasiswa.

Hal-hal yang tergeletak tanpa kurasa dulu punya waktu untuk memungutnya; senyuman petugas parkir, sapaan penjaga toilet, monolog Wimar Witoelar di Djakarta.

Aku meraba senyum dan mulai belajar tertawa, mungkin seperti pertama kalinya. Mungkin karena tidak ada hal lain yang mampu, mungkin karena aku benar-benar tidak punya pilihan.

Mungkin kali ini aku hanya ingin berkomitmen dengan aku sendiri...

Hati-hati Tiara, jangan sembarangan menitipkan hatimu.

Sunday, February 18, 2007


Akhir-akhir ini saya selalu mendapat bayangan kematian yang mengenaskan. Entah terpeleset di kamar mandi lalu kepala terantuk lantai, mengalami tabrakan mobil dengan tronton sehingga badan hancur dan kepala hilang, bla bla bla!

Apa rasanya ya mati muda?

ket : gambar paling atas entah kenapa kutemukan, berjudul DIE MISERABLE. Hmm....

Monday, February 12, 2007

Menulis Terus Terang

Kau minta aku menulis prosa; gancaran aku lebih suka menyebutnya. Itu sama saja kau memintaku mengaku dosa. Ataukah ini sudah jatuh bulan April sehingga antrian panjang di depan bilik gereja sudah dimulai lagi? Benar, benar kau minta aku menulis untukmu? Akan kutuliskan suatu bantahan luar biasa, mengenai hal-hal muskil yang rupanya benar-benar terus terang.

Aku ingin melihat lagi terang kamar jadi buta, gelap yang hening tak mencekam. Biar aku bisa kembali menuangkan rasa yang sudah terlalu lama kusimpan. Biar malam yang berhenti di pukul 12 ini, seramai kawasan Gelora Bung Karno. Aku gelar kembali semua lipatan beserta isinya, kupaparkan begitu saja dengan terus terang. Betapa aku merindumu, yang selalu hadir di tiap tenang.